Sholat Sunat Tasbih dan Taubat: Jalan Menyucikan Hati
Ada masa-masa dalam hidup seorang muslim ketika dada terasa sesak oleh dosa, hati diam-diam gelisah karena kesalahan yang berulang, atau justru rindu untuk "membersihkan diri" secara total di hadapan Allah. Di saat seperti itu, banyak yang hanya beristighfar sekilas lalu melanjutkan aktivitas. Padahal Islam menyediakan ibadah khusus yang lebih menyentuh: sholat sunat tasbih dan sholat sunat taubat. Dua sholat ini memang tidak seterkenal sholat dhuha atau tahajud, namun keutamaannya luar biasa besar bagi siapa saja yang ingin hatinya benar-benar bersih dan ringan.
Sholat Tasbih: Ibadah yang Dianjurkan Rasulullah kepada Pamannya
Sholat tasbih dikenal sebagai sholat yang di dalamnya terdapat banyak sekali kalimat tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil yang diulang-ulang. Dinamakan demikian karena dalam satu kali sholat, seorang muslim akan membaca kalimat "Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar" sebanyak 300 kali.
Riwayat tentang sholat ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud dan Ibnu Majah, di mana Rasulullah ﷺ mengajarkannya kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib, dengan menyebutkan keutamaannya yaitu diampuninya dosa-dosa, baik yang lama maupun baru, yang disengaja maupun tidak, yang kecil maupun besar, yang tersembunyi maupun terang-terangan. Para ulama berbeda pendapat mengenai derajat hadits ini—sebagian menilainya hasan, sebagian lain lebih berhati-hati—namun mayoritas ulama tetap membolehkan dan menganjurkan amalan ini sebagai bentuk ikhtiar memperbanyak zikir dalam bingkai sholat.
Tata Cara Sholat Tasbih
Sholat tasbih dikerjakan sebanyak 4 rakaat, boleh dengan satu kali salam (seperti sholat dzuhur) atau dua kali salam (dua rakaat-dua rakaat, lebih dianjurkan jika dikerjakan malam hari). Berikut susunan bacaan tasbihnya di setiap rakaat:
- Setelah membaca surat (Al-Fatihah dan surat pendek), sebelum rukuk: membaca tasbih 15 kali sambil berdiri.
- Saat rukuk, setelah bacaan rukuk selesai: membaca tasbih 10 kali.
- Saat i'tidal (bangkit dari rukuk): membaca tasbih 10 kali.
- Saat sujud pertama, setelah bacaan sujud: membaca tasbih 10 kali.
- Saat duduk di antara dua sujud: membaca tasbih 10 kali.
- Saat sujud kedua: membaca tasbih 10 kali.
- Saat duduk istirahat sebelum berdiri ke rakaat berikutnya (atau sebelum salam di rakaat terakhir): membaca tasbih 10 kali.
Jika dihitung, total dalam satu rakaat ada 75 kali tasbih, dan dalam 4 rakaat menjadi 300 kali. Bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut.
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar
Artinya: "Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)
Bagi yang lupa hitungan di satu posisi, boleh menggantinya di posisi berikutnya sehingga total tetap genap 300. Sholat ini boleh dikerjakan kapan saja, kecuali di waktu-waktu terlarang, dan paling utama dilakukan sekali seumur hidup, jika bisa setiap minggu, atau minimal setahun sekali menurut sebagian riwayat.
Sholat Taubat: Pintu Kembali yang Selalu Terbuka
Berbeda dengan tasbih yang menonjolkan banyaknya zikir, sholat taubat lebih menonjolkan kesungguhan hati untuk berhenti dari dosa dan kembali kepada Allah. Sholat ini dikerjakan ketika seseorang menyadari telah melakukan kesalahan—baik dosa besar maupun kecil, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia—dan ingin memohon ampunan-Nya dengan sungguh-sungguh.
Dasar anjuran sholat taubat merujuk pada hadits riwayat Abu Dawud dari sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia bangkit untuk bersuci (berwudhu) kemudian sholat, lalu memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuninya. Kemudian Rasulullah ﷺ membacakan ayat dari Surat Ali Imran berikut.
وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ
Artinya: "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka segera mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?" (QS. Ali Imran: 135)
Tata Cara Sholat Taubat
Sholat taubat dikerjakan 2 rakaat seperti sholat sunat pada umumnya, dengan niat khusus memohon ampunan. Yang membedakannya bukan pada bacaan surat tertentu yang wajib, melainkan pada kesungguhan hati dan doa yang dipanjatkan setelahnya. Setelah salam, dianjurkan memperbanyak istighfar dan berdoa memohon ampun dengan penuh kerendahan hati. Salah satu doa yang bisa dipanjatkan adalah sayyidul istighfar berikut.
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u laka bidzanbii, faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR. Bukhari)
Sholat taubat bisa dikerjakan kapan saja seseorang merasa bersalah dan ingin kembali kepada Allah, tidak perlu menunggu waktu tertentu, kecuali di waktu-waktu yang terlarang untuk sholat sunat.
Menerapkannya dalam Keseharian Muslim Indonesia
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak muslim yang sebenarnya sudah merasa gelisah karena dosa—entah karena lisan yang menyakiti orang lain, kelalaian dalam amanah, atau kesalahan yang tidak diketahui siapa pun kecuali Allah. Sholat tasbih bisa dijadikan amalan rutin, misalnya sekali dalam sebulan atau menjelang momen penting seperti awal tahun hijriah. Sementara sholat taubat sangat cocok dikerjakan segera setelah menyadari kesalahan, sebelum rasa penyesalan itu memudar tertutup kesibukan.
Contoh sederhana: seorang ayah yang tanpa sengaja membentak anaknya hingga menangis, setelah menenangkan diri dan meminta maaf kepada anaknya, ia bisa mengambil wudhu dan mengerjakan sholat taubat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Allah. Begitu pula seorang pekerja yang menyadari pernah berbohong demi keuntungan pribadi, sholat taubat menjadi jembatan hatinya untuk kembali jujur.
Kesimpulan
Sholat tasbih dan sholat taubat mengajarkan kita bahwa menyucikan hati bukan sekadar urusan lisan, tetapi juga urusan raga yang tunduk dalam sujud dan rukuk. Keduanya adalah tawaran lembut dari Allah bagi hamba-Nya yang ingin kembali bersih, betapapun banyak dosa yang telah diperbuat. Semoga kita termasuk hamba yang tidak menunda-nunda untuk kembali kepada-Nya, dan semoga Allah senantiasa membuka pintu ampunan-Nya seluas-luasnya bagi kita semua. Aamiin.
Menemukan kekeliruan pada artikel ini? Silakan sampaikan melalui halaman kontak — kami akan meninjau untuk direvisi atau dihapus.