Sholat Sunat Tahiyatul Masjid, Wudhu, dan Safar yang Terlupa
Pernah suatu sore, seorang jamaah bergegas masuk masjid menjelang azan Maghrib. Ia langsung duduk di shaf, menunggu iqamah, tanpa sempat melakukan sesuatu yang sebetulnya sangat ringan namun besar pahalanya: sholat sunat tahiyatul masjid. Banyak dari kita mungkin mengalami hal serupa—terburu-buru, lupa, atau bahkan tidak tahu bahwa ada sholat-sholat sunat "kecil" yang justru mudah sekali diamalkan dalam keseharian, tapi sering terlewat begitu saja. Artikel ini akan mengajak kita mengenal tiga di antaranya: sholat sunat tahiyatul masjid, sholat sunat wudhu, dan sholat sunat safar.
Kenapa Sholat Sunat "Kecil" Ini Penting Diketahui?
Kalau selama ini pembahasan sholat sunat sering berkutat pada dhuha, tahajud, atau witir, sebenarnya Rasulullah ﷺ juga mengajarkan sholat-sholat ringan yang berkaitan langsung dengan aktivitas harian: saat masuk masjid, setelah berwudhu, dan ketika hendak bepergian. Justru karena berkaitan dengan momen-momen yang sering kita alami, sholat-sholat ini sangat mudah dijadikan kebiasaan—asal kita tahu dan mau membiasakannya.
1. Sholat Sunat Tahiyatul Masjid
Tahiyatul masjid berarti "penghormatan terhadap masjid". Sholat ini dilakukan dua rakaat ketika seseorang baru masuk ke dalam masjid, sebelum ia duduk. Dasarnya adalah hadits dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ
"Idzaa dakhala ahadukumul masjida falyarka' rak'ataini qabla an yajlisa."
Artinya: "Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, maka sholatlah dua rakaat sebelum ia duduk." (HR. Bukhari dan Muslim)
Praktiknya sederhana: begitu masuk masjid—baik untuk sholat wajib, mengikuti kajian, atau sekadar menunggu waktu sholat—sempatkan dua rakaat ringan sebelum duduk. Jika waktunya sangat sempit, misalnya sudah masuk waktu iqamah, maka sholat wajib berjamaah sudah mencukupi dan tahiyatul masjid tidak perlu dipaksakan. Namun di luar kondisi darurat seperti itu, membiasakan dua rakaat ini adalah cara indah menghargai rumah Allah setiap kali kita memasukinya.
Bagi masyarakat muslim Indonesia, momen ini sangat mudah dipraktikkan: saat tiba lebih awal untuk sholat Jumat, saat mengantar anak mengaji di masjid, atau saat mampir sebentar melepas lelah dalam perjalanan. Dua rakaat singkat, namun menjadi bentuk adab dan rasa syukur bisa singgah di tempat yang mulia.
2. Sholat Sunat Wudhu
Sholat sunat wudhu, atau sering disebut sholat syukur wudhu, dikerjakan dua rakaat setelah seseorang menyempurnakan wudhunya. Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, di mana Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ تَوَضَّأَ نَحْوَ وُضُوئِي هَذَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
"Man tawadhdha-a nahwa wudhuu'ii haadzaa tsumma shallaa rak'ataini laa yuhaddisu fiihimaa nafsahu, ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih."
Artinya: "Barangsiapa berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian sholat dua rakaat dengan penuh khusyuk tanpa memikirkan hal lain, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau." (HR. Bukhari dan Muslim)
Amalan ini sangat cocok dipraktikkan setelah berwudhu di rumah sebelum berangkat kerja, setelah wudhu di masjid sebelum sholat wajib, atau bahkan setelah membersihkan diri menjelang tidur. Dua rakaat ini menjadi pengingat bahwa wudhu bukan sekadar ritual membasuh anggota badan, tetapi juga momen membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
Bagi yang memiliki kesibukan padat, sholat sunat wudhu bisa jadi solusi praktis untuk tetap terhubung dengan Allah di tengah rutinitas—cukup dua rakaat, tidak butuh waktu lama, namun pahalanya besar: ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.
3. Sholat Sunat Safar
Bagi seorang muslim, perjalanan bukan sekadar berpindah tempat, tetapi juga kesempatan untuk memohon perlindungan Allah. Sholat sunat safar dikerjakan dua rakaat sebelum berangkat bepergian, dan juga dianjurkan dua rakaat setelah kembali ke rumah. Meski dalil khususnya lebih banyak berupa praktik dan anjuran ulama berdasarkan keumuman hadits tentang keutamaan sholat dua rakaat dalam berbagai keadaan, para ulama—termasuk dalam mazhab Syafi'i dan lainnya—menganjurkan amalan ini sebagai bentuk kehati-hatian dan permohonan keberkahan sebelum menempuh perjalanan.
Setelah sholat, seorang muslim dianjurkan berdoa memohon kemudahan dan keselamatan dalam perjalanan. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika hendak melakukan perjalanan adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ
"Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzal birra wat taqwaa, wa minal 'amali maa tardhaa. Allaahumma hawwin 'alainaa safaranaa haadzaa wathwi 'annaa bu'dahu. Allaahumma anta ash-shaahibu fis safari wal khaliifatu fil ahli."
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan ketakwaan, serta amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya bagi kami. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan yang menjaga keluarga yang kami tinggalkan." (HR. Muslim)
Bagi keluarga muslim Indonesia yang hendak mudik lebaran, berangkat umrah, atau sekadar melakukan perjalanan dinas jauh, membiasakan sholat sunat safar dan doa ini bisa menjadi bekal batin yang menenangkan. Perjalanan pun tidak hanya menjadi urusan fisik, tetapi juga ikhtiar spiritual memohon perlindungan Allah.
Menghidupkan Kembali Amalan yang Sering Terlupa
Tiga sholat sunat di atas mengajarkan satu hal penting: ibadah tidak selalu harus rumit atau menyita banyak waktu. Islam justru memberi kemudahan lewat amalan-amalan ringan yang menyatu dengan aktivitas harian—masuk masjid, selesai wudhu, atau hendak bepergian. Dengan sedikit kesadaran dan pembiasaan, momen-momen biasa dalam hidup kita bisa berubah menjadi ladang pahala yang berlipat.
Semoga kita dimudahkan Allah untuk konsisten mengamalkan sholat-sholat sunat ini, sekecil apa pun bentuknya, sebagai wujud syukur dan kedekatan kita kepada-Nya. Mari mulai dari yang paling mudah: dua rakaat singkat sebelum duduk di masjid, dua rakaat setelah wudhu, dan dua rakaat sebelum melangkah pergi. Semoga Allah senantiasa menjaga langkah dan perjalanan kita, di dunia maupun menuju akhirat.
Menemukan kekeliruan pada artikel ini? Silakan sampaikan melalui halaman kontak — kami akan meninjau untuk direvisi atau dihapus.