Sholat Sunat Qabliyah & Ba'diyah: Bukan Sekadar Rawatib
Pernahkah Anda mendengar istilah sholat sunat "tersembunyi"? Bukan berarti rahasia atau terlarang, melainkan jenis-jenis sholat sunat yang jarang dibahas dibanding saudara-saudaranya yang lebih populer seperti Dhuha atau Tahajud. Padahal, sholat-sholat ini justru sangat mudah diamalkan dalam keseharian dan memiliki keutamaan yang tidak kalah besar. Yuk, kita telusuri beberapa di antaranya yang mungkin selama ini luput dari perhatian kita.
Mengapa Perlu Mengenal Sholat Sunat yang Kurang Populer?
Banyak muslim yang sudah familiar dengan sholat rawatib, Dhuha, atau Tahajud, namun belum mengenal sholat-sholat sunat lain yang sebenarnya mudah dipraktikkan dan berkaitan langsung dengan aktivitas harian. Mengenal ragam sholat sunat ini penting agar kita bisa memaksimalkan waktu-waktu yang biasanya terlewat begitu saja menjadi ladang pahala. Rasulullah ﷺ sendiri dikenal sangat kaya akan amalan sunnah, sebagaimana sabda beliau:
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا
"Man sanna fil islami sunnatan hasanatan fa lahu ajruha"
Artinya: "Barangsiapa yang membuat suatu kebiasaan baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya." (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan kita untuk terus mencari dan menghidupkan kebiasaan baik, termasuk sholat-sholat sunat yang jarang dikenal namun tetap memiliki dasar dari sunnah Nabi ﷺ.
1. Sholat Sunat Wudhu
Sholat sunat wudhu adalah sholat dua rakaat yang dikerjakan segera setelah seseorang berwudhu dengan sempurna. Keutamaannya sangat besar, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim tentang sahabat Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu. Rasulullah ﷺ bertanya kepada Bilal tentang amalan apa yang membuat beliau mendengar suara sandal Bilal di surga, lalu Bilal menjawab bahwa setiap kali ia berwudhu, ia selalu mengerjakan sholat sunat dua rakaat.
Praktiknya sangat sederhana. Setelah kita berwudhu—misalnya sebelum sholat wajib atau bahkan di waktu-waktu biasa—kita bisa langsung mengerjakan dua rakaat ringan sebagai bentuk syukur atas kesempatan bersuci. Ini adalah amalan yang sangat mudah dilakukan, terutama bagi yang sering berwudhu di masjid atau mushola kantor.
2. Sholat Sunat Awwabin
Sholat sunat Awwabin adalah sholat yang dikerjakan antara waktu Maghrib dan Isya. Nama "Awwabin" sendiri berarti "orang-orang yang kembali kepada Allah", menggambarkan hamba yang senantiasa bertaubat dan mendekat kepada-Nya. Sebagian ulama menyebutkan jumlah rakaatnya bisa dikerjakan mulai dari dua rakaat hingga dua puluh rakaat, dikerjakan dua rakaat-dua rakaat.
Waktu antara Maghrib dan Isya sering kali diisi dengan menunggu waktu sholat berikutnya sambil mengobrol atau bermain gawai. Padahal, momen ini bisa dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui sholat sunat Awwabin. Bagi orang tua, ini juga bisa menjadi contoh nyata kepada anak-anak bahwa waktu senggang sepulang Maghrib bukan hanya untuk bersantai, tetapi juga bisa diisi dengan ibadah ringan yang menenangkan hati.
3. Sholat Sunat Sebelum Tidur
Selain dzikir sebelum tidur yang sudah banyak dikenal, ada juga anjuran mengerjakan sholat sunat sebelum tidur, khususnya dua rakaat ringan yang sering disebut sebagai bagian dari sholat sunat mutlak menjelang istirahat malam. Ini menjadi penutup hari yang indah sebelum kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dalam tidur.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa yang bisa dibaca sebelum tidur, yang menunjukkan betapa pentingnya menutup hari dengan mengingat Allah:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
"Bismika Allahumma amutu wa ahya"
Artinya: "Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR. Bukhari)
Mengerjakan sholat sunat singkat sebelum membaca doa ini akan menjadikan momen menjelang tidur lebih bermakna, seolah kita menutup hari dengan sujud syukur dan penyerahan diri kepada Allah.
4. Sholat Sunat Setelah Bertaubat dari Dosa Kecil Harian
Tidak semua taubat harus menunggu dosa besar. Dalam keseharian, kita sering terjebak dalam dosa-dosa kecil seperti berkata kasar tanpa sengaja, berprasangka buruk, atau lalai dalam amanah. Mengerjakan dua rakaat sholat sunat sebagai bentuk penyesalan dan permohonan ampun bisa menjadi kebiasaan baik yang menjaga hati tetap bersih. Ini berbeda dengan sholat taubat formal yang biasanya dikaitkan dengan dosa besar; di sini, kita membiasakan diri untuk segera "membersihkan diri" secara spiritual setiap kali menyadari kesalahan kecil.
Menghidupkan Sunnah yang Sering Terlupakan
Keempat jenis sholat sunat di atas menunjukkan betapa luasnya kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk mendekat kepada-Nya. Tidak perlu menunggu waktu-waktu khusus atau momen besar; cukup dengan memanfaatkan jeda-jeda kecil dalam keseharian seperti setelah berwudhu, sepulang Maghrib, atau menjelang tidur.
Bagi masyarakat muslim Indonesia yang aktivitasnya padat, mengenal sholat-sholat sunat ini bisa menjadi solusi untuk tetap produktif secara ibadah tanpa harus mengorbankan waktu kerja atau keluarga. Cukup dua rakaat, singkat namun bermakna, dan bisa dilakukan kapan saja sesuai anjuran yang telah dicontohkan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya.
Penutup: Yuk, Mulai dari yang Kecil
Islam mengajarkan bahwa amal yang paling dicintai Allah bukanlah yang paling banyak, melainkan yang paling konsisten meski kecil. Semoga setelah mengenal sholat sunat wudhu, Awwabin, sebelum tidur, dan taubat harian ini, kita semakin terdorong untuk menghidupkan sunnah-sunnah yang selama ini mungkin terlewat. Mari kita mulai dari hal sederhana: sholat dua rakaat setelah berwudhu hari ini, sebagai langkah kecil menuju kedekatan yang lebih besar dengan Allah ﷻ. Semoga Allah mudahkan kita untuk istiqamah dalam amalan-amalan sunnah ini. Aamiin.
Menemukan kekeliruan pada artikel ini? Silakan sampaikan melalui halaman kontak — kami akan meninjau untuk direvisi atau dihapus.