Bacaan Dzikir Petang Lengkap & Cara Mengamalkannya
Ketika matahari mulai condong ke ufuk barat dan langit perlahan berubah warna, saat itulah waktu yang istimewa bagi seorang muslim untuk kembali mengingat Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melewatkan waktu petang tanpa dzikir. Beliau mengajarkan umatnya untuk "membentengi diri" sebelum malam tiba, karena malam menyimpan banyak kemungkinan; ada ketenangan tidur, namun ada pula godaan syaitan yang berkeliaran mencari celah hati yang lalai.
Dzikir petang bukan sekadar rutinitas hafalan, melainkan momen di mana seorang hamba menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, memohon perlindungan dari keburukan malam, dan menutup aktivitas siang dengan hati yang bersih. Artikel ini akan mengulas tuntas bacaan dzikir petang sesuai tuntunan Rasulullah, lengkap dengan teks Arab, transliterasi, terjemahan, serta cara mengamalkannya dalam keseharian.
Kapan Waktu Dzikir Petang Dimulai?
Mayoritas ulama sepakat bahwa waktu dzikir petang dimulai sejak selesai shalat Ashar hingga menjelang Maghrib, meskipun sebagian riwayat menyebutkan boleh dikerjakan hingga masuk waktu Isya. Hal ini merujuk pada firman Allah:
وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ
Wa sabbih bihamdi rabbika qabla thulu'ish syamsi wa qablal ghurub
Artinya: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya."
(QS. Thaha: 130)
Yang terpenting bukanlah mematok jam secara kaku, tetapi konsistensi hati untuk menyisihkan waktu di sore hari guna mengingat Allah sebelum kesibukan dunia benar-benar menutup ruang untuk berdzikir.
Keutamaan Dzikir Petang bagi Seorang Muslim
Dzikir petang memiliki kedudukan istimewa dalam kehidupan seorang mukmin. Di antara keutamaannya:
- Menjadi benteng dari gangguan syaitan yang gencar beraksi menjelang malam.
- Menghadirkan ketenangan batin sebelum beristirahat.
- Menjadi bentuk syukur atas segala nikmat yang Allah berikan sepanjang siang.
- Melatih hati untuk senantiasa terhubung dengan Allah dalam setiap pergantian waktu.
- Menjadi sebab turunnya perlindungan Allah dari berbagai bahaya yang tidak kita ketahui.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ قَالَ حِينَ يُمْسِي أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يُصْبِحَ
Man qaala hiina yumsii a'uudzu bikalimaatillaahit taammaati min syarri maa khalaqa lam yadhurrahu syai'un hatta yushbiha
Artinya: "Barangsiapa mengucapkan ketika sore hari 'Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan apa yang Dia ciptakan', maka tidak akan ada sesuatu pun yang membahayakannya hingga pagi hari."
(HR. Muslim)
Kumpulan Bacaan Dzikir Petang Lengkap
Berikut adalah rangkaian dzikir petang yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, disusun agar mudah diamalkan secara berurutan.
1. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum, laa ta'khudzuhu sinatuw wa laa nauum, lahu maa fis samaawaati wa maa fil ardh, man dzal ladzii yasyfa'u 'indahu illaa bi idznih, ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum, wa laa yuhiithuuna bisyai'im min 'ilmihi illaa bimaa syaa'a, wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh, wa laa ya'uuduhu hifzhuhumaa, wa huwal 'aliyyul 'azhiim
Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar."
(QS. Al-Baqarah: 255)
Barangsiapa membaca ayat ini di petang hari, ia akan mendapatkan penjagaan Allah hingga pagi tiba, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Al-Hakim.
2. Surat Al-Ikhlas (dibaca 3 kali)
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallaahu ahad, Allaahush shamad, lam yalid wa lam yuulad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad
Artinya: "Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia."
(QS. Al-Ikhlas: 1-4)
3. Surat Al-Falaq (dibaca 3 kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'uudzu birabbil falaq, min syarri maa khalaq, wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab, wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqad, wa min syarri haasidin idzaa hasad
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki."
(QS. Al-Falaq: 1-5)
4. Surat An-Nas (dibaca 3 kali)
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a'uudzu birabbin naas, malikin naas, ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas, alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas
Artinya: "Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."
(QS. An-Nas: 1-6)
5. Doa Petang Utama (Amsaina wa Amsal Mulku Lillah)
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَٰذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Amsainaa wa amsal mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir, rabbi as'aluka khaira maa fii haadzihil lailati wa khaira maa ba'dahaa, wa a'uudzu bika min syarri maa fii haadzihil lailati wa syarri maa ba'dahaa, rabbi a'uudzu bika minal kasali wa suu'il kibar, rabbi a'uudzu bika min 'adzaabin fin naari wa 'adzaabin fil qabri
Artinya: "Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan pada malam ini dan kebaikan sesudahnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pada malam ini dan keburukan sesudahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan buruknya usia tua. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur."
(HR. Muslim)
6. Sayyidul Istighfar (Penghulu Segala Istighfar)
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'uudzu bika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini'matika 'alayya, wa abuu'u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."
(HR. Bukhari)
Rasulullah bersabda bahwa barangsiapa mengucapkannya di petang hari dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada malam itu, ia akan masuk surga.
7. Dzikir Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Subhaanallaahi walhamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar."
(HR. Muslim, dibaca sebanyak-banyaknya sebagai amalan yang paling dicintai Allah)
8. Doa Memohon Perlindungan dari Keburukan Diri
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي
Allaahumma innii as'alukal 'aafiyata fid dunyaa wal aakhirah, Allaahumma innii as'alukal 'afwa wal 'aafiyata fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku."
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)
9. Doa Perlindungan dari Kekufuran dan Kefakiran
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ
Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri, wa a'uudzu bika min 'adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
(HR. Abu Dawud, dibaca 3 kali)
10. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
Allaahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami, Muhammad."
(Dianjurkan diperbanyak setiap pagi dan petang sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah)
11. Doa Penutup: Memohon Keteguhan Iman
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinik
Artinya: "Wahai Yang Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu."
(HR. Tirmidzi)
Cara Mengamalkan Dzikir Petang dalam Keseharian
Membaca dzikir petang bukan berarti harus menghafal semuanya dalam sekali waktu. Berikut beberapa tips praktis agar dzikir petang bisa konsisten diamalkan oleh muslim Indonesia yang sibuk dengan pekerjaan maupun rumah tangga:
- Manfaatkan waktu setelah shalat Ashar. Sambil menunggu waktu Maghrib, gunakan momen ini untuk membaca dzikir petang secara perlahan, tidak perlu terburu-buru.
- Gunakan aplikasi atau buku saku dzikir. Bagi yang belum hafal, membaca dari mushaf kecil atau aplikasi dzikir sangat membantu agar tidak mudah lupa.
- Libatkan keluarga. Ajak anak-anak dan pasangan membaca dzikir petang bersama, misalnya sambil menunggu waktu berbuka bagi yang sedang berpuasa sunnah, atau setelah menyiapkan makan malam.
- Konsisten meski sedikit. Lebih baik membaca beberapa dzikir secara rutin setiap hari daripada membaca banyak namun hanya sesekali.
- Hayati maknanya. Jangan sekadar melafalkan, tetapi resapi terjemahannya agar hati benar-benar terhubung dengan Allah.
- Jadikan pengingat rutinitas. Pasang alarm atau catatan kecil di tempat kerja maupun rumah sebagai pengingat waktu dzikir petang tiba.
Dzikir Petang sebagai Penutup Hari yang Penuh Makna
Petang hari adalah persimpangan antara siang yang telah berlalu dan malam yang akan datang. Dengan membiasakan dzikir petang, seorang muslim tidak hanya memohon perlindungan dari keburukan malam, tetapi juga melatih dirinya untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap fase kehidupan. Semoga dengan mengamalkan dzikir petang secara rutin, hati kita semakin tenang, iman semakin kokoh, dan setiap malam yang kita lalui senantiasa dalam lindungan Allah subhanahu wa ta'ala.
Menemukan kekeliruan pada artikel ini? Silakan sampaikan melalui halaman kontak — kami akan meninjau untuk direvisi atau dihapus.