Adab Makan Minum dalam Islam yang Kian Terlupakan
Pernahkah kita menyadari, sejak bangun tidur hingga malam kembali, ada satu aktivitas yang kita ulang berkali-kali tanpa banyak berpikir: makan dan minum. Karena terlalu sering dilakukan, kita kadang lupa bahwa aktivitas sederhana ini sesungguhnya sarat dengan adab yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Bagi muslim modern yang hidup dengan kesibukan, gawai di tangan, dan makanan cepat saji di meja, adab-adab ini perlahan tergerus. Padahal, jika dihidupkan kembali, makan dan minum bisa menjadi ladang pahala yang tak terduga.
Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk hal-hal yang tampak duniawi seperti makan dan minum. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tetapi juga memberi teladan bagaimana seorang muslim bersikap di depan hidangan. Berikut ini beberapa adab yang sering terlupakan, lengkap dengan hikmah di baliknya.
1. Membaca Basmalah Sebelum Makan
Banyak muslim yang sudah hafal doa makan, tetapi terburu-buru menyuap makanan tanpa membaca basmalah terlebih dahulu, apalagi saat makan sambil jalan atau bekerja. Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka sebutlah nama Allah (basmalah)." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits ini juga terkait riwayat Bukhari-Muslim tentang adab makan bersama). Membaca basmalah bukan sekadar formalitas, tapi bentuk kesadaran bahwa rezeki yang kita santap adalah pemberian Allah, bukan sekadar hasil jerih payah sendiri.
Praktik Sehari-hari
- Membiasakan anak-anak mengucap "Bismillah" sebelum menyuap nasi, bukan hanya diajarkan di TPA tapi dipraktikkan langsung oleh orang tua.
- Membaca basmalah pelan-pelan saat makan di kantor atau restoran, meski sedang bersama rekan kerja non-muslim, cukup dilakukan dalam hati dengan tenang.
2. Makan dan Minum Sambil Duduk, Tidak Berdiri
Di tengah budaya fast food dan kebiasaan minum sambil berjalan, banyak yang melupakan anjuran Nabi ﷺ untuk makan dan minum sambil duduk. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ melarang seseorang minum sambil berdiri (HR. Muslim). Meski sebagian ulama menjelaskan bahwa hal ini bukan larangan mutlak haram, namun duduk saat makan dan minum lebih menenangkan pencernaan dan menunjukkan sikap tenang, tidak terburu-buru seperti orang yang sedang dikejar waktu.
3. Menggunakan Tangan Kanan
Salah satu adab yang paling sering terlewat, terutama saat makan camilan atau minum kopi sambil bekerja, adalah penggunaan tangan kanan. Rasulullah ﷺ bersabda, "Jika salah seorang dari kalian makan, hendaklah makan dengan tangan kanannya, dan jika minum, hendaklah minum dengan tangan kanannya." (HR. Muslim). Kebiasaan ini melatih kita untuk konsisten menghadirkan sunnah dalam hal-hal kecil, bukan hanya saat acara formal atau makan bersama keluarga.
4. Tidak Berlebihan dan Menyisakan Makanan
Allah berfirman dalam Al-Qur'an, "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf: 31). Di era modern, konsep food waste menjadi masalah besar—banyak makanan dibeli berlebih lalu dibuang begitu saja, apalagi saat prasmanan pernikahan atau buka bersama di bulan Ramadhan. Padahal, sikap tidak berlebihan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bentuk syukur dan penghormatan terhadap rezeki yang telah Allah titipkan.
Tips Menghindari Pemborosan Makanan
- Mengambil porsi secukupnya saat prasmanan, boleh mengambil lagi jika masih kurang.
- Menyimpan sisa makanan dengan baik agar bisa dikonsumsi kembali, bukan langsung dibuang.
- Mengajarkan anak untuk menghabiskan makanan di piring sebagai bentuk syukur.
5. Makan Bersama dan Berbagi
Gaya hidup individualis membuat banyak orang makan sendiri sambil menatap layar ponsel, meski ada anggota keluarga di rumah. Padahal, makan bersama memiliki keberkahan tersendiri. Rasulullah ﷺ bersabda, "Berkumpullah kalian ketika makan dan sebutlah nama Allah, niscaya Allah akan memberkahi makanan itu untuk kalian." (HR. Abu Dawud). Kebiasaan makan bersama keluarga tanpa gawai, meski sederhana seperti nasi dan sayur, bisa menjadi momen mempererat silaturahmi dan menghidupkan sunnah ini kembali.
6. Tidak Mencela Makanan
Di era media sosial, mencela makanan menjadi hal yang lumrah—mulai dari mengomentari rasa hidangan orang lain hingga membuat konten "review makanan" dengan nada merendahkan. Rasulullah ﷺ sendiri tidak pernah mencela makanan apa pun yang dihidangkan kepadanya. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali. Jika beliau suka, beliau memakannya, dan jika tidak suka, beliau meninggalkannya." (HR. Bukhari dan Muslim). Adab ini mengajarkan kita untuk selalu menghargai jerih payah orang yang menyiapkan makanan, apalagi jika itu adalah masakan ibu atau istri di rumah.
7. Berdoa Setelah Selesai Makan
Sering kali kita hanya membaca basmalah di awal, lalu langsung beranjak tanpa mengucap hamdalah atau doa penutup. Rasulullah ﷺ mengajarkan doa singkat setelah makan sebagai wujud syukur atas nikmat yang telah diberikan. Membiasakan doa ini, meski hanya sepotong kalimat, membantu kita menutup setiap aktivitas dengan kesadaran akan Allah.
Menghidupkan Kembali Sunnah dalam Keseharian
Adab-adab makan dan minum ini sesungguhnya sederhana, tidak memerlukan usaha besar untuk mempraktikkannya. Yang dibutuhkan hanyalah kesadaran dan niat untuk menghidupkan sunnah dalam hal-hal kecil sehari-hari. Ketika seorang muslim membaca basmalah sebelum menyantap nasi goreng di pagi hari, duduk tenang saat minum teh sore, atau mengajak keluarga makan bersama tanpa gawai, ia sesungguhnya sedang merawat identitas keislamannya di tengah kesibukan dunia modern.
Semoga Allah memudahkan kita untuk senantiasa menghadirkan adab-adab yang dicontohkan Rasulullah ﷺ dalam setiap suapan dan tegukan yang kita nikmati, sehingga setiap nikmat makan dan minum berubah menjadi ladang pahala, bukan sekadar rutinitas yang berlalu tanpa makna. Mari mulai hari ini, satu adab kecil demi satu adab kecil, agar keberkahan senantiasa hadir di meja makan kita.
Menemukan kekeliruan pada artikel ini? Silakan sampaikan melalui halaman kontak — kami akan meninjau untuk direvisi atau dihapus.